Lifestyle Rekomendasi

Legenda Kuliner di Kereta: Nasi Goreng Parahyangan

Udah mulai musimnya mudik lebaran ya, guys… toss dulu dong yang transportasi mudiknya pakai kereta api lintas Jawa 👐 anker nih, alias anak kereta. Biar pun naiknya cuma setahun sekali, war tiketnya bikin dag dig dug karena THR selalu belum turun saat pemesanan dibuka :))

Sejauh pakai kereta selama ini, saya jarang pesan makan di kereta atau sekadar mampir di gerbong makan. Alasannya, ya jelas ya, harga makanan di atas rel suka nggak masuk bujet uang saku saya.  

Pas kami mudik sekeluarga pun lebih sering beli makan dulu di luar seperti bekal HokBen atau beli ayam goreng. Karena kalau harga makan di kereta dikali lima orang untuk dua kali makan, harganya sudah hampir sama dengan satu seat tiket ekonomi sendiri, heheheh.  

Paling banter sih kami pesan minuman teh atau kopi panas aja buat anget-angetan perut di perjalanan. Karena circa di bawah tahun 2019 sebelum pandemi, KAI menyediakan makan sahur dan buka puasa di kereta gratis. Gimana kita nggak hepi kan, malam-malam tinggal pesan minuman hangat aja kalau nggak tidur pulas.

Tapi kebetulan pas mudik tahun ini saya kepengin nyoba beli makan di kereta. Tidak lain tidak bukan karena iklan dan promosi di berbagai media yang katanya kulineran di kereta sekarang lebih menyenangkan dengan sejumlah rekomendasi-rekomendasi menu yang menggiurkan. Jadilah tengah malam saya ajak suami yang sedang ngantuk buat mampir ke gerbong restorasi yang gandengan dengan gerbong ekonomi 1 kami.

Saat bertanya pada train attendant ada menu apa yang tersedia, beliau menawarkan nasi goreng untuk dinikmati. Saya pun setuju, dan membawa sekotak nasi goreng hangat ke meja restorasi untuk dimakan bersama teh hangat yang gula batunya disajikan terpisah.

Nasi Goreng Parahyangan bukan sekadar nasi goreng biasa. Dijual seharga 35 ribuan satu kotak nasi dengan condiment-nya. Sajian ini merupakan legenda kuliner yang menemani perjalanan kereta api di Indonesia selama puluhan tahun. Lahir bersamaan dengan peresmian kereta api Parahyangan pada tahun 1971, nasi goreng ini menjadi favorit para penumpang, mengantarkan kenangan dan rasa yang tak terlupakan sampai sekarang.

Sejarah dan Evolusi Rasa

Awalnya, Nasi Goreng Parahyangan hanya tersedia di kereta api Argo Parahyangan rute Jakarta-Bandung. Cita rasa sederhana nasi goreng kampung, dengan bumbu rempah yang khas Indonesia dan penyajian yang hangat, menjadikannya menu primadona di atas rel.

Seiring waktu, popularitas menu ini melejit, malahan kini tersedia di berbagai kereta api komersial di Indonesia sebagai hidangan legendaris kebanggaan KAI.

Lebih dari Sekadar Nasi Goreng

Nasi Goreng Parahyangan bukan hanya tentang rasa. Sajian ini memicu nostalgia dan kenangan perjalanan kereta api yang penuh petualangan. Aroma khasnya bisa jadi bagi sebagian orang membangkitkan kenangan masa kecil, momen kebersamaan keluarga, atau kehangatan perjalanan.

Bagi saya sendiri, menu ini mengingatkan masa-masa perjuangan bekerja di ibu kota dan saat pulang ke Bandung saat akhir pekan. Kereta jadi salah satu moda transportasi pilihan. Suasana stasiun, riuhnya gerbong, dan suara gojeess gojeesss roda yang beradu dengan rel… bikin nasi goreng ini terasa penuh nostalgia.

Resep Sederhana, Rasa Istimewa

Meskipun resepnya sederhana, Nasi Goreng Parahyangan memiliki daya tarik istimewa. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, terasi, dan kecap manis, dipadukan dengan telur, bakso, dan nasi putih.

Kesederhanaan ini menjadi kunci kelezatannya, apalagi dinikmati dalam keadaan fisik yang lapar dan lelah di atas kereta. Makin lezat dan ngangenin baik secara momen maupun jejak rasa di lidah.

Modernisasi dan Adaptasi

PT Reska Multi Usaha, sebagai pengelola layanan kereta api, terus berinovasi untuk menjaga tradisi Nasi Goreng Parahyangan. Saya juga baru tahu kalau kini sudah tersedia berbagai varian rasa, seperti Nasi Goreng Gila Parahyangan dan Nasi Goreng Jawa Parahyangan untuk memenuhi selera pelanggan yang beragam.

Nasi Goreng Parahyangan telah menjadi simbol budaya dan tradisi kereta api di Indonesia. Sajian ini bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghangatkan hati dan membangkitkan kenangan.

Para anker kudu coba icip setidaknya sekali aja nih kalau pas mudik atau naik kereta. Sekarang pesan makanan di kereta tambah mudah lho, bisa langsung di atas kereta atau dari fitur Railfood di aplikasi Access by KAI. Sesuai tagline-nya KAI, ayo Kulineran di Kereta!!

8 Comment

  1. Seru ya momen mudik naik kereta api bareng keluarga. Aku mudiknya dekat mba, tapi sering juga pake kereta api. Lebih nyaman serta cepat karena kereta api punya jalur sendiri, anti macet-macet club.
    Selama naik kereta jujurly aku pun belum pernah kulineran dengan aneka makanan di dalam kereta, suka takut harganya mahal hehehe.
    Akan tetapi pas ngeliat tampilan Nasi Goreng Parahyangan, kok aku jadi ngilerrr yaaa, penasaran pengen cobain rasanya

  2. Wahhh keliatan enak tuu nasi gorengnya, apalagi dilengkapi dengan kerupuk. BTW harganya berapa ya, Teh Rell?

    Daku belum pernah naik KA jarak jauh jadi belum ngerasain makan di gerbong restorasi hehehe, kapan2 deh pengen coba.

  3. yang paling aku suka kalo naik kereta adalah karena kita bisa makan with the view kak hahah,,,entahlah sesederhana apapaun kuliner yang kita beli di kereta pasti selalu nganggenin menurutku…
    dan memang masakan di kai juga mostly enak2 sie kalo menurutku yaa..dah pernah coba dari nasi sampai mie..kalo nasgor parahyangan ini lupa sie dh pernah coba ato belum 🙂

  4. Aku malah selalu pesen makanan kalo naik KA mba . Soalnya suka aja nyicipin aneka menunya. Trus Krn aku liat juga ga mahal2 banget, plus rasa memang enak, ya jadi worth it lah. Trakhir pesen nasi sei sapi itu juga ENAAAAK. 50k kalo ga salah inget. Porsi pun ngenyangin. Nasi gorengnya aku pernah pesen, dan suka. Tapi memang aku tuh selalu pesen beda menu tiap naik. Belum ada yg berulang 2x pesen

  5. Nasi goreng Parahyangan adalah makanan legendaris di dunia Perkeretaapiaan,karena sudah ada sejak dulu menemani dan memberikan nutrisi bagi para penumpang kereta api terutama saat menumpangi kereta api Argo Parahyangan.
    senang sekali masih bisa eksis dan dinikmati banyak orang.

  6. Aku juga tipe yang agak males beli-beli makanan di kereta, karena takut mwahal. Tapi pas Honeymoon dulu, iseng beli dan makan di area kantin.. Ternyata makanannya enaaak dan suasananya asyik juga ya!

    Asli deh, ga begitu nyesel beli makanan di kereta. Walau agak pricy, tapi bisa jadi kenangan tersendiri.

  7. Demi apa namanya dikasih ada “Gila”nya, Rel?
    Maknanya porsi Nasi Goreng Parahyangan-nya gila-gilaan kah?

    Suka laper memang di kereta tuh yaa..
    Kaya ada critical moment perut menjerit minta makan. Uda paling oke pesen di restorasi KAI yang kini makin keren.

  8. Jadi kangen naik kereta sejak COVID nggak pernah lagi naik soalnya aku nggak vaksin hehe sekarang udah bebas lagi jadi pengen naik kereta ini biar cobain nasi gorengnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *