Resep

[Resep] Semprit, Kue Kering Jadul Tak Lekang Waktu

Kalau ada kue kering lebaran yang tidak saya sukai, maka semprit lah jawabannya. Hahaha.
Iya, soalnya menurut saya semprit itu yah, gitu-gitu aja… apa sih ya, rasanya cuma kue tepung dikasih sukade (jaman dulu), atau chocochips jaman sekarang. Resep semprit berseliweran pun saya nggak lirik untuk mencoba.

Padahal, semua kue kering ya tepung…tapi entah kenapa saya nggak naruh minat sama sekali dengan semprit. Toplesnya selalu saya lewatin, nggak menarik gitu. Lebih menarik ranginang warna-warni yang crunchy atau burayot yang manis menggigit.

Tapi, nggak dipungkiri juga kalau semprit ini salah satu kue kering paling populer di Indonesia, bahkan kayaknya banyak juga nemu resep semprit Malaysia. Kehadirannya hampir tidak pernah absen dari jejeran toples di rumah-rumah. Mulai semprit vanilla, semprit cokelat, semprit pandan, dan semprit keju (belakangan, apeulah bedanya semprit keju ama sagu keju).

Konon, kue semprit berasal dari Jerman, di sana kue ini diberi nama kue Spritz. Penamaan ini terinspirasi dari pengolahan adonan kue yang disemprotkan menggunakan alat bernama spuit. Masuk ke Indonesia, pelafalan nama kue ini menjadi kue semprit. Seiring perkembangan zaman, kue semprit mengalami perkembangan pada bentuk serta rasa. Kalau dulu bentuknya S, sekarang bentuknya terinspirasi bunga dahlia yang memiliki kelopak bertumpuk-tumpuk.

Tapi soal ini perlu dipertanyakan lagi validitasnya ya, saya hanya baca-baca aja gitu… hihi.

Jadi, buat yang mau menghadirkan kue semprit ini sebagai hidangan di rumah, coba pakai resep semprit yahud dari guru saya, Bu Fatmah Bahalwan yang diajarkan di kelas beliau. Resepnya pun simpel sebagaimana kuenya, jadi siapa saja pasti bisa kok bikinnya.

Bahan:
300 gr margarin
75 gr mentega
250 gr gula halus
3 butir kuning telur
500gr tepung terigu
1 sdm tepung maizena
1 sdm susu bubuk
200 gr selai strawberry

Cara membuat:

  1. Kocok gula dan telur sampai pucat, tambahkan margarin dan mentega, kocok lagi sampai pucat. Matikan mikser. Masukkan terigu, maizena dan susu bubuk, aduk rata.
  2. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga. Pasang spuit nomor 1B. Sempritkan pada loyang kue kering yang sudah dipoles mentega.
  3. Sempritkan sedikit selai di bagian tengah hingga menyerupai bunga.
  4. Panggang dalam oven suhu 160 derajat Celsius, selama kurang lebih 30 menit api atas bawah atau hingga matang dan renyah.

Nah gitu aja yaa resepnya simpel banget. Bahan-bahannya pun sangat mudah didapat. Untuk pengganti selai bisa sukade, chocochips, potongan cokelat atau pearl, bebas.

Tantangannya biasanya ada pada teknik menyepuit, karena ini akan bergantung pada tekstur adonan. Kalau adonannya padat maka nyepuitnya jadi berat, ekstra tenaga pokoknya. Sebaliknya jika adonan lembek, nyepuitnya mudah tapi risiko sempritnya bleber, hehe. Perhatikan jumlah mentega dan jangan ngocok mentega terlalu lama ya, bu biar sempritnya ada bentuknya dan tidak bleberan.

Balik lagi deh, baking is engineering yaaahh… semua ada tekniknya dari mulai mencampur bahan sampai membentuk kue-kue cantik ini seperti yang diinginkan.

Ada yang bertanya-tanya, spuit 1B itu yang gimana?

spuit untuk semprit
ini spuit 1B yah…

Namun tentu saja bebas-bebas aja sih mau pakai spuit yang nomor berapa hanya idealnya semprit dahlia pakai spuit yang ini. Kalau mau berkreasi dengan aneka bentuk, coba aja resep semprit ini pakai semua tipe spuit dan lihat hasilnya.

cetakan semprit

Zuzur aja, saya masih belum ada keinginan mencoba resep semprit sendiri dan menambahnya dalam menu kue lebaran. Masih kepincut kue kering lain yang belum dicoba. Syukurlah nggak ada rekues dari customer juga, haha. Biar diampu bakul kue lainnya aja deh yaaaa ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *