resto tungkubumi semarang
Restaurant Review

Resto Tungkubumi, Selera Jawa Menyala di Bandungan

Kabupaten Semarang menyimpan banyak harta karun kuliner. Saya spill satu lagi deh, resto Tungkubumi yang berada di Jalan Kalimosodo, Kluwihan, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang. Agak ribet ya alamatnya, pokoknya sekitar jarak 28km deh dari Kota Semarang. Lebih dekat ke daerah Ungaran, Bawen, Ambarawa, dsk.

Saya juga nggak sengaja nemu tempat ini karena kebetulan lokasinya dekat banget dengan tempat nginap kami di Sidomukti saat road trip ke Ambarawa. Jujur nggak terlalu berharap ada tempat makan yang lucu di kecamatan kecil ini, tapi eh rezeki banget dekat si Tungkubumi.

Lokasi dan Jam Buka

Tungkubumi buka setiap hari Senin-Jumat mulai jam 10 pagi hingga 10 malam, sedangkan pada akhir pekan dan libur hari besar nasional buka jam 8 pagi hingga 10 malam.

Lokasi Tungkubumi ada di pinggir jalan jalur utama kaki gunung Ungaran. Menuju ke sana jalannya sedikit menanjak dan belok-belok khas jalur pegunungan, tapi udah mulus dan aspal kok. Juga jalannya ramai karena jalan provinsi, dan dilewati dua arah.

Mestinya sih, hawanya adem-adem bergembira ya. Tapi bulan Desember 2023 menunjukkan suhu 24 derajat aja, buat kami keluarga-sejuk, segini sih masih bisa kipas-kipas, haha.

Suasana

Berangkat habis magrib untuk makan malam setelah perjalanan dari Temanggung yang menegangkan, kami ke sana berjalan kaki sekitar 5 menit dari penginapan. Berharap semoga menunya bukan kafe-kafean tapi ada makanan beratnya (tandang gak pake googling dulu, tapi cukup yakin ini resto bukan sekadar kafe).

Begitu masuk, langsung terkesan sama penataan restonya yang luas dan seating lay out yang padat. Penataan lampunya juga bagus, melilit di pohon-pohon yang bikin sejuk kalau siang hari. Ada seating indoor yang lebih hangat, ada seating outdoor yang menawarkan angin sepoi-sepoi dan view pegunungan.

Kalau siang pasti bagus banget, sayangnya kita ke sini malam hari sehingga yang kelihatan cuma kelipan lampu-lampu.

Menu dan Harga

Tungkubumi menawarkan konsep prasmanan masakan tradisional Jawa. Saya nggak terlalu hafal nama-nama menu masakan Jawa, tapi kira-kira untuk masakan beratnya ada lodeh, oseng krecek, oblok oblok, oseng godong kates, ayam goreng, sambal goreng ati, oseng usus, aneka sambal, dan sajian khas Jawa Tengah yang selalu saya temui: telur gobal gabul alias telur kriwil, hihihi.

Lalu untuk hidangan sampingan seperti tempe godong, bacem, terong balado, sambel goreng ati banyak juga pilihannya. Minumannya juga banyak jenisnya. Mulai aneka wedang tradisional, jus buah, sampai kopi-kopian.

Jadi ya seperti warteg, kita ambil makanan sendiri suka-suka, baru totalan di kasir sekalian pesan minumannya. Kalau mau pesan sate juga langsung bilang di kasirnya itu (booth sate ada terpisah di depan).

Kira-kira beginilah sebagian pesanan kami ya… Nggak bisa ambil foto proper karena antrean prasmanan mengular di belakang (takut diteriakin orang yang lagi pada lapaarr).

Telur gobal gabulnya memang juara sih, tebal dan besar. Sate ayam isinya 5 tusuk tapi juga besar-besar. Lalu untuk minuman, mulai teh krampul panas, jeruk panas, dan gula asem semuanya approved. Kita juga bisa pesan jus buah tanpa gula dan susu buat si bayi.

Menu-menunya cukup lengkap dan banyak pilihan, cocok bagi keluarga besar yang punya preferensi beda-beda jadi nggak bingung milih. Tentunya jadi bisa saling icip juga.

menu resto Tungkubumi Semarang

Dari 5 minuman, 1 dessert, dan 11 jenis makanan yang kami pesan, totalnya 220.500 aja. Untuk konsep prasmanan yang bisa ambil porsi sesukanya (asal jangan berlebihan banget), resto ini cukup generous untuk menyamaratakan setiap piring seharga satu porsi. Sehingga jatuhnya cukup hemat bagi kami berlima (berenam sih). Puas dan kenyang banget!

Menu Rekomendasi

Yaaa, meski di rumah juga bisa nyeplok endhog, tapi menu rekomendasi di Tungkubumi adalah telur crispy, sayur lodeh, dan dessert pis kopyor tungku. Patut dicoba!

*maafkan kelupaan foto saat makan, fokus ngisi perut

Plus Minus Tungkubumi

Resto Tungkubumi ini banyak sekali plusnya, terutama bagian dari suasana, pemandangan, dan harga yang relatif terjangkau untuk menu-menu tradisional. Beberapa menu spesial memang terasa lebih mahal dari pasaran tapi itu makanya namanya spesial bukan?

Selain itu, resto ini juga dekat dijangkau jika kalian lagi liburan mengunjungi Candi Gedong Songo, dan jangan lupa beli oleh-oleh dari Bandungan (bukan Bandung lho, yaaa).

Minusnya, kayaknya sih karena kemarin pas kesana lagi musim liburan ya jadi resto rame dan pelayannya jadi banyak siwer. Ada customer yang nunggu sate lama banget sampai nasinya habis duluan satenya belum datang-datang, ada sate yang salah datang tapi kadung dimakan, dan beberapa pesanan yang lama datangnya.

Juga nggak ada tisu atau serbet yah, jadi bawa sendiri aja kalau mau elap-elap.

Selain itu udara di area outdoor cukup gegelebugan embusan anginnya, jadi anak-anak bisa dipakaikan jaket supaya betah nongkrong. Eh tapi kalau bosan, ada playground mini juga di ujung yang bisa jadi tempat rekreasi anak selagi mamak-bapak menghabiskan minuman.

Oh iya, di resto Tungkubumi Bandungan ini juga lantai 3 nya bisa dipakai untuk meeting room. Pas banget buat halal bi halal, reuni, atau gathering kecil-kecilan. Silakan reservasi terlebih dahulu via Whatsapp 0813-2777-7372. Tersedia meja, kursi, AC, dan speaker. Selain itu, ada balkon yang mengarah ke pemandangan gunung. 

So far, resto ini lengkap fasilitasnya mulai menu masakan, ambiance, dan pelayanan. Recommended!

13 Comment

  1. wkwkwkw, paling bete tuh, pas mesan sesuatu, makanannya dianter dikit-dikit, abis itu yang lainnya telat datang, udah habis nasinya baru datang.
    Tapi makanannya tuh enak-enak ya keknya, bikin ngiler aja, apalagi dimakan dengan menikmati pemandangan cantik ya

  2. Wahh 200rb an aja buat sekeluarga ber5 ya murmer lah itungannya Mbak. Ber6 ding ya sekarang. Wkwk. Aku sekeluarga juga dulu ber6, jadi kalo makan di mana dan murah gini, pasti Bapakku juga ngmg “Wah murah nih ber6 cuma sekian sekian”. Dulu nggak relate karena nggak ngeluarin duit, sekarang jadi paham. Haha..

    Btw, suasananya Jawa banget yaa huhu jadi kangen Jogja..

  3. Wah menunya jawa banget ya, udah kayak warteg tapi dipercantik dengan tempat dan pelayanan. Kalau masih domisili semarang mungkin bakal mampir nih

  4. Kok seru dan asyik ya Mbak nampaknya resto Tungkubumi ini. Ak suka nih tipe-tipe masakan rumah sperti ini. Kuliner ke Semarang ini jadi salah satu bucket list yang belum kesampaian. Mudah-mudahan nanti kapan-kapan bisa mampir ke sini deh.

  5. Namanya lucu yaa.. Telur gobal gabul.
    Tapi kalau melihat visualnya.. uda bikin ngileeerr aja tuh.. Makanan khas Jawa tuh ngangenin.. Suasana Resto Tungkubumi juga nyaman banget.
    Sejujurnya yaah, aku kalau menginap di Semarang tuh jarang banget ke daerah dataran tingginya. Mestinya, kuliner dan tempat wisatanya semakin cakep yaa… kayak di Bandung tuh daerah Dago atas teruuss sampai ke Lembang.

  6. Begitu, ya, Mbak, malesnya ke tempat umum kalau sedang ramai pengunjung. Kebayang itu ngenesnya yang makan nasi sampai habis karena satenya belum datang. Nggak apa-apa lah, ya, nanti juga nasi dan satenya bersatu di perut.

  7. lucu ya nama restonya tungkubumi, sayang pas ke ambarawa kemarin ga nemu resto ini, next kalau ke ambarawa lagi ah mampir ke resto ini
    terima kasih referensinya ya, saya suka dengan konsep restonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *