review the olive branch pandaan
Restaurant Review

The Olive Branch, Rustic Resto di Jalur Surabaya-Malang

Buat yang senang hunting spot-spot kuliner di jalur Surabaya-Malang, pasti sering kan lewatin spot area The Taman Dayu? Yup, posisinya yang strategis di pertigaan tol Pandaan menuju Malang dan Surabaya bikin area ini ramai dengan ruko-ruko yang berisi tempat makan, ngopi, dan yang iconic tentu saja si fast food ayam goreng. Sehingga saya pikir ya pusat kulinernya memang di sekitar situ aja.

Tapi, siapa sangka kalau kita masuk ke area perumahannya (iya, Taman Dayu adalah nama perumahan elit kelas atas) teruuuuss jalan naik ke atas, ada banyak lagi tempat-tempat makan dengan sky view yang luar biasa.

Salah satunya The Olive Branch ini.
Iya, salah satu dari sekitar 4 resto lainnya yang saya temui sepanjang jalan dan mungkin ada lebih banyak lagi kalau dieksplor.

Rute&Lokasi

Awal mulanya saya nggak kebayang, kenapa ada resto yang berada jauh di dalam perumahan elit dan sepi begini. Dari lihat Google Maps, resto ini berada sekitar 5 kilometer dari gerbang depan yang ramai ruko-ruko itu. 5 km naik ke atas terus apa nggak salah alamat, ya? batin saya waktu itu.

Lokasi tepatnya The Olive Branch ada di dalam perumahan The Taman Dayu Golf&Resort, Pandaan, Pasuruan. Ingat bukan di Malang lho ya, karena ada beberapa food vlogger yang bilang ini di Malang, padahal Malang masih 18-20 km lagi ke selatan.

Rute menuju The Olive Branch ini kita masuk dari gerbang Taman Dayu lurus terus sampai ketemu tugu kuning. Lalu lurus lagi sampai perempatan pertama, belok kanan, ketemu post security, lalu belok kanan lagi.

Dahlah ikutin GMaps aja insyaallah nyampe. Nggak susah kok menuju ke sini karena petunjuk jalan selalu ada dan arahnya jelas. Sepanjang jalan bisa lihat-lihat rumah gedong sambil shalawat, ya shalawat untuk keselamatan perjalanan utamanya.

Untuk area parkir sangat luas, tapi dikelola manual mungkin oleh warga setempat. Bukan yang pakai vendor parking gitu. Jadi mind your expectation untuk menyiapkan uang cash buat parkir ya.

Ambiance dan Aturan Visit

Begitu masuk, waaaww… memang terniaatt bangettt nih ngebuilt resto sebagus iniii… vibesnya kaya di desa-desa Eropa gitu. Ada tiga bangunan utama di sini; Oneida Mansion, Capel Hill, dan Olive Branch. Di depannya ada padang rumput yang luaasss, dengan orang-orang yang piknik ala-ala di atasnya.

view dari tempat registrasi

Saya pilih duduk di luar dekat tower semacam kincir ala-ala gitu yang viewnya lebih luas dan bisa lihat keseluruhan. Areanya 70% terbuka jadi kalau pilih outdoor mesti siap baju hangat untuk antisipasi angin dingin yang lama-lama menusuk juga.

Seluruh penataan di sini rapi dan terencana banget sehingga nggak ada lahan yang nggak berfungsi. Meski terrain-nya berbukit, dibuat cakep banget seperti di pedesaan swiss (gak tau juga sih belum pernah ke swiss, hahah).

kursi atas

Sayangnya baterai hape saya habis waktu itu jadi cuma bisa foto-foto sedikit plus saya juga nggak sempat masuk ke bangunan yang di bawah.

Saat malam juga view berganti jadi city lights yang kece abiiiss… pokoknya asal jangan hujan aja deh.

Dilansir dari halaman Instagramnya, ada SnK berlaku saat visit ke Olive Branch ini. Ada petugas registrasi yang standby di halaman parkir menanyakan berapa orang tamu yang datang. Minimal pemesanan 100.000/orang untuk dewasa (17-65th). Karena saya terdiri dari 2 dewasa, dan 3 anak-anak, maka hanya kena syarat minimal order 200.000.

Charge ini bisa dibayar di muka saat itu juga, atau kayak saya kemarin yang nggak bawa uang cash dan hape mati, kami langsung minta bayar di kasir saja sekalian pesan. Cuma nguping-nguping di kasir tuh kayaknya biaya registrasi tadi itu berupa deposit yang akan dibalikin lagi ke rek kita dan terpisah dari biaya pemesanan (bayar lagi sendiri).

Lucu banget nggak siihh boleh bawa pet ke siniii. Untuk durasi dine in kayaknya sih nggak strict juga karena kami di sana dari jam 5 sore sampai setengah 8 malam. Kami lihat juga nggak ada tamu yang diminta pulang oleh petugas meski mejanya sudah nyaris kosong.

Menu dan Harga

Menu di Olive Branch variatif mulai dari aneka minuman, teh premium, camilan ringan, salad&soup, sandwich sampai aneka sajian main course yang berat-berat. Harga minuman dibanderol mulai 35k, sedangkan makanan mulai 40k.

European style ya, ingat…menu londo. Jadi jangan nyari menu rawon mendol, eheheh (ini nanti tinggal turun di sekitaran bawah pada enak-enak kok). Saya spill yaa menunya di sini buat bayangan mau pesan apa.

Daaannn..ini lah pesanan kami yang datang ke meja.

chicken parmigiana (75k)
chicken steak (75k)
Lime honey chicken (50k)

Tampilan sajiannya menggugah selera banget. Dari pemilihan menu-menunya, selaras dengan konsep restonya. Banyak garnish-garnish yang edible alias bisa dimakan (plis anak-anak jangan misah-misahin bawang, yaah).

Dari segi rasa, ini over expectation banget sih. Karena mereka bikin niat dengan spice and herbs otentik yang sesuai menu, jadinya yaa tersaji at its best. Baby potato-nya empuk, nasinya gurih, protein hewani juga empuk nggak liat saat diiris. Topping-topping seperti dedaunan, radish, ikut dibumbui dengan olive oil dan rempah sehingga dimakan terpisah pun tetap enak. Beneran memang buat dimakan bukan cuma buat hias-hiasan doang (yang sering ditinggalkan orang saat selesai makan).

Ini aslinya piringnya juga besar jadi nggak rugi yaa karena bikin kenyang banget!!

Untuk minuman juga lucu-lucu sajiannya. Misal teh chamomile disajikan dengan kue di piringnya. Kebayang kan dingin-dingin gitu minum teh chamomile yang hangat dan nenangin.

Di sebelah samping juga ada kedai gelato yang sepertinya juga enak. Cuma kami nggak nyobain karena udara udah mulai nyecep kedinginan.

Plus Minus dan Rekomendasi

The Olive Branch buka pukul 10 pagi – 9 malam saat weekday, sementara untuk hari libur atau weekend buka mulai pukul 7 pagi – 8 malam. Mereka juga menyediakan reservasi dan fasilitas photoshoot dan emang bakalan kece banget sih kalau foto-foto rombongan di sini pake dresscode gitu.

Kalau dipakai wedding atau anniversary gitu juga cocok bangeett..suasananya syahdu, sejuk, dan pemandangannya indah.

jelang senja

Makanan enak, penyajian serius, dan very good view menurut saya jadi value plus The Olive Branch yang bikin layak dibelain untuk dikunjungi dan dicoba. Ambil foto banyak-banyak deh di sini buat stok postingan quotes, hihihi.

Minusnya, lokasi cukup jauh dari gerbang Taman Dayu di bawah. Terus kalau hujan kayanya bakal sedikit repot untuk pindah tempat apalagi di gedung yang beratapnya sudah full seat. Fasilitas lain seperti toilet hanya satu, mushola juga ada meski kecil.

Juga tidak ada colokan charger yah di bagian luar, wkwkwk… bagi kami rombongan yang sering kehabisan batterai colokan ini penting karena pasti banyak foto-foto ngabisin batere kan. Kalau di indoornya sih pasti ada, tapi yang kebagian colokan pasti nggak mau cepat beranjak juga karena sudah pewe, hihi.

Nah, kalau dari segi harga…ini relatif ya. Soal harga ini saya menilainya sepadan tidak antara yang dikeluarkan dengan yang didapat (dari rasa, porsi, tampilan). Bagi saya, ya memang sewajarnya aja harga makanan western segini ya, mirip-mirip dengan di IKEA. Ayamnya juga besar-besar dan full (bukan full tepung). Coba kalau dibandingkan resto di ibu kota, harga segini pasti umum aja sih.

Sedikit berpikir aja mungkin untuk harga minuman, bisa diturunkan? wkwkwk, saran yang merakjat banget yaa. Tapi karena di sini harga minuman dan makanan hanya beda dikit (dengan tingkat kebutuhan yang berbeda), saya pikir harga minumannya mungkin bisa ditekan lagi.

Seperti Cleo eco green 750ml ini, dijual dengan harga 25k, ini 5x lipatnya harga di pasaran, apa nggak too much ya?

Terlepas dari itu semuaaaa, saya sangat menyarankan Olive Branch ini untuk teman-teman yang ingin melipir cari kulineran di sekitar jalur Surabaya-Malang. Ketika bosan dengan yang koles-koles, bisalah mampir dulu ke western spot di sini sambil foto-foto.

Kapan-kapan kalau ada tamu yang rekues saya mau ajakin ke sini juga sih, pasti bakal suka.

2 Comment

  1. Wah iya, emang bagus spot nya ya mbak
    Namanya juga resto ala Western, pasti harganya juga lumayan
    Tapi klo dibandingkan harga di cafe cafe surabaya pada umumnya sih g jauh beda
    Emang harus siap duit banyak klo makan disini
    Haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *